16 comments on “Komparasi Pembacaan Kecepatan Speedometer New CBR 150 vs Runtastic (bagian I)

  1. Ping-balik: Testimony dan Komparasi Pembacaan Speedometer Mazda Familia vs Runtastic (bagian II) « BaleRancage

  2. sayangnya pake runtastic hp juga kurang akurat dibandingkan gps garmin, kl di runtastic 120 km/jam kemungkinan besar di gps garmin cm 115 km/jam. Pernah adu top speed rr temen yg dapet 155 di gps blackberry tp ane salip dg mudah pake ninja 250 yg top speed gps garmin cm 155 km/jam. Jd deviasi cbr 150 mgkin skitar 12-13%

  3. dah ada yg ngetes di thailand pake gps alat bukan aplikasi runtastic. Penyimpangan cbr 150 fi sebesar 13,4%.
    Runtastic ternyata msh lebay ya… Pantesan ada yg ngetes ninja 150 korek dapet 190an di runtastic dapet 160an km/jam pdhal aslinya cm 150 km/jam.. Gilee… Jauh bener penyimpanganya

  4. bagaimana jika sebaliknya.
    Pembacaan spedometer CBR diaumsikan yang sebenarnya. Komparasi dengan 2 atau lebih alat ukur kecepatan berbasis GPS(Satelit) akan selalu menunjukkan hasil yang saling berbeda.
    Karena banyak faktor yang mempengaruhi keakuratan GPS, diantaranya;

    Ionosfer dan troposfer – Sinyal satelit melambat saat melewati atmosfer. Sistem GPS menggunakan built-in model yang menghitung jumlah rata-rata keterlambatan data yang sebagian benar untuk jenis kesalahan.

    Sinyal multipath – Ini terjadi ketika sinyal GPS dipantulkan objek seperti gedung-gedung tinggi atau permukaan batu besar sebelum mencapai penerima. Hal ini meningkatkan waktu tempuh sinyal, sehingga menyebabkan kesalahan.

    Receiver Clock Error – Sebuah jam penerima tidak seakurat jam pada satelit GPS.

    Kesalahan Orbital – Juga dikenal sebagai kesalahan ephemeris, ini adalah ketidakakuratan lokasi satelit melaporkan.

    Jumlah satelit yang terlihat – Beberapa satelit penerima GPS dapat melihat ke-akurasian yang lebih baik. Bangunan, medan, interferensi elektronik, atau kadang-kadang dedaunan lebat dapat menghalangi penerimaan sinyal, menyebabkan kesalahan posisi atau mungkin tidak membaca posisi sama sekali. unit GPS biasanya tidak akan bekerja di dalam ruangan, di bawah air atau bawah tanah.

    Geometri satelit / shading – ini mengacu pada posisi relatif satelit pada waktu tertentu. geometri satelit ideal terjadi ketika satelit terletak pada sudut yang relatif lebar terhadap satu sama lain. Sedikitnya hasil geometri ketika satelit berada di garis atau dalam pengelompokan yang ketat.

    Degradasi dari sinyal satelit – Ketersediaan Selektif (SA) adalah degradasi yang disengaja, pernah dikenakan oleh Departemen Pertahanan AS. SA dimaksudkan untuk mencegah musuh militer dari penggunaan sinyal GPS yang sangat akurat. Pemerintah mematikan SA pada Mei 2000, yang secara signifikan meningkatkan akurasi dari penerima GPS warga.

    Artinya penggunaan GPS yang digunakan sebagai alat ukur kecepatan akan selalu ada hasil selisih, dan tidak bisa dijadikan suatu objek kebenaran.

    Demikian hanya sedikit catatan untuk memberikan keseimbangan atas artikel yang anda post. Salam.

    • Tepat Gan Budi…

      Mantap sekali pencerahannya Gan Bagus. Benar-benar memberikan pencerahan terutama untuk sy yg tidak mengerti sama sekali tentang mekanisme kerja GPS.

  5. untuk motor 150 cc 4 tak udh bagus gan speed dpt 120 d gps.
    paling cbr ini top soeedny d gps cuma 120 lbh dkit.
    kadang ane jga mkir2 stelah ngeliat video top speed cbr 150. koq ada yang nyampai 160 lbh trus katanya penypangan speedonya kecil berarti itu speedonya udh super alay yak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s